Diduga Intervensi Proyek dan BOS, Kacabdis Wilayah X Disorot
TAPANULI TENGAH || MTUNews.com – Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdis) Wilayah X yang membawahi Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, dan Kabupaten Pandan, Ahmad Dasuki, ST, MM, diduga melakukan intervensi terhadap pengelolaan proyek revitalisasi sekolah hingga penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sejumlah SMA dan SMK negeri maupun swasta.
Informasi tersebut diperoleh dari sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan. Kepada wartawan, sumber mengungkapkan bahwa sejak Ahmad Dasuki menjabat sebagai Kacabdis Wilayah X, sejumlah kepala sekolah mengaku merasa tertekan dalam menjalankan program dan pengelolaan sekolah.
“Beberapa kepala sekolah menyebut adanya tekanan dalam pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah, termasuk terkait penunjukan konsultan perencanaan maupun pelaksana pekerjaan yang disebut harus mendapat persetujuan dari pihak Cabdis,” ujar sumber, Kamis (7/5/2026).

Menurut sumber, dugaan intervensi juga terjadi dalam pengadaan buku pelajaran dan alat tulis kantor (ATK). Sekolah disebut diarahkan untuk melakukan pembelian melalui distributor tertentu.
“Kalau tidak mengikuti arahan, ada kepala sekolah yang mengaku khawatir dimutasi atau mendapat tekanan lain,” katanya.
Selain proyek revitalisasi dan pengadaan barang, sumber turut menyinggung adanya dugaan pungutan terhadap dana BOS di sejumlah SMA dan SMK di wilayah kerja Cabdis Wilayah X. Besaran pungutan disebut dihitung berdasarkan jumlah siswa di masing-masing sekolah.
“Informasinya ada setoran tertentu yang diminta dari sekolah dan nominalnya disesuaikan dengan jumlah siswa,” ungkap sumber.

Tak hanya itu, muncul pula dugaan praktik jual beli jabatan kepala sekolah dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah. Namun, tudingan tersebut masih memerlukan pembuktian dan penelusuran lebih lanjut oleh aparat penegak hukum maupun instansi terkait.
Media ini telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Ahmad Dasuki terkait sejumlah tudingan tersebut, mulai dari dugaan intervensi proyek revitalisasi, pengadaan buku, hingga dugaan pungutan dana BOS. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi. (red-hm)










