Festival Literasi Taput, Perkuat Karakter Generasi Muda
TAPANULI UTARA || MTUNews.com – Membangun generasi yang gemar membaca, kritis berpikir, kreatif berkarya, dan berkarakter menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Festival Literasi Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 yang resmi dibuka di Sopo Partukkoan, Rabu (30/9/2026).
Pemkab Tapanuli Utara melalui Sekretaris Daerah, Drs. Henry M.M. Sitompul, M.Si., menghadiri pembukaan festival sekaligus membacakan sambutan Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa literasi tidak boleh dipahami sebatas kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, mengembangkan kreativitas, membangun karakter, serta memanfaatkan pengetahuan untuk menyelesaikan berbagai persoalan dalam kehidupan.

Menurutnya, penguatan budaya literasi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan zaman, terutama di tengah derasnya arus informasi pada era digital.
Festival Literasi Tapanuli Utara pun menjadi ruang bersama yang mempertemukan anak-anak, guru, orang tua, mahasiswa, dan masyarakat untuk menumbuhkan kecintaan terhadap membaca, belajar, berkarya, sekaligus berbagi pengetahuan dalam suasana edukatif dan kreatif.
Beragam kegiatan dihadirkan dalam festival tersebut, mulai dari Lomba Martorsa, Seminar Literasi Nasional, lomba mewarnai bagi anak PAUD, pelatihan guru PAUD dalam mendongeng, hingga pameran buku.
Kehadiran Satria Dharma, penggagas Gerakan Literasi Sekolah Kemendikbud, juga diharapkan memperkaya wawasan para peserta mengenai strategi memperkuat budaya literasi, khususnya di lingkungan pendidikan.


Bupati juga menyoroti tantangan literasi yang semakin kompleks di era digital. Kemudahan anak-anak mengakses internet dan media sosial harus diimbangi dengan kemampuan memilah, memahami, dan menggunakan informasi secara bijak serta bertanggung jawab.
Karena itu, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari sekolah, guru, orang tua, perpustakaan, komunitas, dunia usaha, media, hingga masyarakat luas—untuk mengambil bagian dalam membangun budaya literasi yang kuat dan berkelanjutan.
Turut hadir moderator Masniar Hernawati Sitorus, S.S., M.Hum., para pimpinan OPD, Asisten di lingkungan Pemkab Tapanuli Utara, mahasiswa Program Studi D-III Kebidanan Tapanuli Utara Poltekkes Kemenkes Medan, serta para kepala sekolah dan guru SD/SMP.
Festival Literasi Tapanuli Utara diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, festival ini menjadi momentum untuk memperkuat gerakan literasi di daerah sekaligus mendorong lahirnya generasi yang gemar membaca, kritis dalam berpikir, kreatif dalam berkarya, berkarakter, serta tetap berakar pada budaya dan nilai-nilai luhur. (Red/Tim-MS)

#FestivalLiterasiTaput #Literasi #TapanuliUtara #PemkabTaput #JoniusTariparParsaoranHutabarat #HenryMMSitompul #GenerasiMuda #BudayaMembaca #LiterasiDigital #Pendidikan #PenguatanKarakter #SopoPartukkoan #PameranBuku #SeminarLiterasi #MTUNews











