MTU News
Beranda Diskusi Rakernas ANTARA Soroti Arus Informasi Digital

Rakernas ANTARA Soroti Arus Informasi Digital

YOGYAKARTA || MTUNews.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ANTARA 2026 menghadirkan sesi panel diskusi yang mempertemukan sejumlah tokoh dari dunia media, komunikasi, dan korporasi untuk membahas strategi menghadapi perubahan lanskap informasi di era digital. Forum yang berlangsung di Yogyakarta pada 3–5 Juni 2026 itu menjadi wadah pertukaran gagasan mengenai penguatan reputasi, tata kelola, serta adaptasi organisasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi.

Sejumlah narasumber yang hadir antara lain Corporate Secretary PT Pertamina Arya Dwi Paramita, Senior Brand Manager GoPay Irwan Ari Wibowo, Direktur Jasa Raharja Herwan Muldidarmawan, Chief Corporate Affairs PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto, serta Pemimpin Redaksi Kompas TV Yogi Ariel Nugraha. Mereka berbagi pengalaman dan pandangan mengenai tantangan yang dihadapi perusahaan maupun media dalam menjaga kepercayaan publik di ruang digital yang semakin dinamis.

Dalam diskusi tersebut, Boy Kelana Soebroto menegaskan bahwa kepercayaan, kredibilitas, dan transparansi merupakan modal utama dalam membangun hubungan yang sehat antara korporasi, media, dan para pemangku kepentingan. Menurutnya, kolaborasi yang terjalin harus didasarkan pada kepentingan bersama untuk menciptakan ekosistem informasi yang berkualitas, bukan sekadar hubungan yang bersifat transaksional.

Sementara itu, Herwan Muldidarmawan menyoroti pentingnya setiap organisasi memahami tujuan dasar atau purpose sebagai fondasi dalam menghadapi perubahan. Ia menilai penerapan tata kelola yang baik, manajemen risiko yang efektif, dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan organisasi di tengah perubahan lingkungan bisnis dan komunikasi yang berlangsung cepat.

Melalui sesi panel ini, Rakernas ANTARA 2026 menegaskan pentingnya sinergi antara media, korporasi, dan pemangku kepentingan dalam menjawab tantangan transformasi digital. Diskusi tersebut sekaligus menjadi ruang refleksi dan pembelajaran untuk memperkuat kualitas komunikasi publik, menjaga integritas informasi, serta membangun kepercayaan masyarakat di era yang semakin terdigitalisasi. (red-sjs)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan